Dalam Gelap Bersambut Dingin
Gurun pasir tak akan sepanas hati manusia yang sedang terbakar cemburu
Sepanas gurun pasir, masih ada yang sanggup melewatinya
Namun panas hati cemburu tak ada yang sanggup menahannya, kecuali ia sendiri yang terbakar olehnya
Dinginnya malam tak akan pernah sedingin hati manusia yang tak berkeprimanusiaan
Karna malam akan bertemu fajar yang kembali menghangatkan alam
namun dingin hati manusia tak akan bisa dihangatkan kecuali hati yang membeku itu meleleh karna nurani hati terdalam
Gelapnya laut dalam tak akan pernah segelap mata manusia yang buta akan harta
Segelapnya laut dalam masih terdapat kehidupan
namun mata yang gelap akan harta tak akan pernah liat dunia selain harta itu sendiri kecuali matanya sungguh dibutakan dari cahaya dunia
Sungguh, hanya diri kita yang mampu menolong diri kita sendiri. Dari diri, untuk diri sendiri.
Sepanas gurun pasir, masih ada yang sanggup melewatinya
Namun panas hati cemburu tak ada yang sanggup menahannya, kecuali ia sendiri yang terbakar olehnya
Dinginnya malam tak akan pernah sedingin hati manusia yang tak berkeprimanusiaan
Karna malam akan bertemu fajar yang kembali menghangatkan alam
namun dingin hati manusia tak akan bisa dihangatkan kecuali hati yang membeku itu meleleh karna nurani hati terdalam
Gelapnya laut dalam tak akan pernah segelap mata manusia yang buta akan harta
Segelapnya laut dalam masih terdapat kehidupan
namun mata yang gelap akan harta tak akan pernah liat dunia selain harta itu sendiri kecuali matanya sungguh dibutakan dari cahaya dunia
Sungguh, hanya diri kita yang mampu menolong diri kita sendiri. Dari diri, untuk diri sendiri.
Tags:
Belajaar
0 comments