Mungkin udah hampir satu tahun lamanya gue gak pernah nyentuh blog gue. Dulu gue mendedikasikan blog gue untuk mereviw film film baru, dan di tengah jalan gue kesulita mencari waktu dan selalu bentrok sama masalah klasik (red: uang)
Setelah gue itung, harga satu tiket nonton di Solo sama aja kayak uang makan tiga kali gue, atau dua kali, atau satu kali makan enak. Jadi karena gue lebih doyan makan, jadilah dana itu gue alokasikan untuk perut gue. Ya, hasil investasi nyata yang bisa lo liat sehari-hari di gue.
Anyway, kenapa gue nulis?
Aku sering dengar kalau iri adalah penyakit hati. Aku tak pernah percaya.
Sekian lama setelah post terakhir, saya baru ingin kembali menulis. Banyak ide, namun tak tahu aksaranya. Jadilah dipendam sendiri dan berkutat dengan pemikiran sendiri saja. Kembali saya membuka blog saya di tumblr. Cukup tua. Hampir setahun tidak posting sesuatu di sana. Namun saya senang sekali berada di sana. membaca dan melihat apa saja yang pernah saya tulis dan cantumkan. Saya melihat diri saya. Berbeda ketika saya melihat tulisan saya disini. Saya seperti melihat punggung saya. Yang menerka-nerka itu siapa. Meragukan keaslian dan kesejatian pribadi saya. Hanya mencoba menebak dan berasumsi. Tak tahu pasti siapa ia. Begitulah saya melihat di blog saya (di sini). Tak tahu mengapa.
Alirnya bagai sungai yang mendamba samudera
Ku tahu pasti kemana kan ku bermuara
Semoga ada waktu sayangku -Firasat
Beruntunglah kalian yang terjaga sampai larut
Menunggu fajar terbangun di ujung timur
Melihat bintang di tengah dingin malam
Memahami kalau kita tak lebih dari gumpalan atom di semesta ini
Mengerti kalau kita tak akan pernah bisa memliki semesta ini
Melihat semesta dan isinya bagai sebuah terapi jiwa
Mengingatkan kita akan Sang Pencipta
Segenap diri melebur dalam harmoni semesta
Ah, aku akan merindukan waktu-waktu saat ini
Dikala kesibukan terikat di leher dan tangan kaki terikat dalam janji dunia
Sebelum terlelap, terbuai dalam angan dan harapan
Semoga kenangan malam ini tersimpan abadi
Salam dari bawah langit malam gelap nan dingin
Kibaran merah putih semarak di berbagai tempat. Negeri ini kembali bertambah umur. Umur kemerdekaanya. Sudah 68 tahun kemerdekaan ini berjalan. Entahlah, gue gak ngeliat sebagai ulang tahun juga. Tapi sebagai hari dimana negeri ini menambah waktunya untuk tidak terjajah kembali. Mungkin nanti jika terjajah lagi, angka tersebut kembali ke angka. Memulai kembali dari awal. Ya kayak pabrik yang ditulisin berapa catatan waktu yg sudah berjlakan tanpa adanya kecelakaan kerja. Ya semacam itulah.
Beberapa hari ini, media mungkin bingung harus memberikan informasi apa ke Indonesia. Di saat negeri ini akan berulang tahun, sahabat jauh di sana sedang tertimpa bencana. Di saat negeri ini kembali bertambah umur, berita tentang buruknya negeri ini tak pernah berkurang. Dari pembunuhan, korupsi, narkoba, pemerkosaan ah banyak sekali!